Pengantar Gas Keliling Lumpuh Ini Ternyata Penghafal Al-Quran

Ismail begitulah ia bisa panggil. Lelaki asal Kediri, Jawa Timur ini bisa menjadi inspirasi kehidupan semua orang. Memiliki kaki yang tak sempurna, dia tetap bekerja keras memenuhi kebutuhannya.

Tinggal di sebuah bangunan di dekat mushola Desa Bujel, Kediri, Ismail memenuhi kebutuhan sehari-harinya sebagai pengantar gas LPG. Satu gas yang dia antar, Ismail mendapatkan upah Rp 1000. Nur Cahya menceritakan bahwa kepribadian Ismail adalah orang yang pandai bersyukur, itulah yang membuatnya tetap tegar menghadapi cobaan.

Meski maksimal hanya mampu menjual lima LPG dalam sehari, ia enggan menjadi peminta-minta. Bagi dirinya, uang Rp 5000 per harin yang ia dapatkan dengan keringatnya sendiri, lebih membawa keberkahan jika dibandingkan uang puluhan ribu, yang ia akan peroleh dari meminta-minta.

“Dia orang yang bersyukur dengan pemberian Allah” tutur Nur Cahya kepada brilio.net, beberapa waktu lalu.

Ismail menceritakan, pernah ada seseorang yang iba kepadanya dan menawarkan modal usaha untuk dirinya, tanpa jaminan, tanpa bunga, tanpa angsur, bahkan tanpa mengembalikan. Namun dengan halus ia menolak pemberian itu. Padahal orang yang ingin memberikan modal itu berharap Ismail menerimanya, karena uang tersebut bisa digunakan untuk memperbesar usahanya.

Ia sangat berterima kasih atas kebaikan orang yang memberinya modal, namun Ismail harus menolaknya karena ia takut akan mengganggu aktivitas mengajinya. “Kebetulan saya lagi proses menghafal Al-Quran. Nanti kalau saya kerja terus, yang adzan di mushola siapa” kata Ismail, yang setiap hari menjadi muadzin di mushola kampungnya.

Sungguh luar biasa, di tengah-tengah kesibukan bekerja sebagai pengantar LPG, Ismail terus berusaha mendekatkan diri dengan Tuhan dengan menjadi muadzin, bersih-bersih mushola, dan tak kalah hebat, menghafal Al-Quran.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *